LOGIN RESELLER

ID:


Password:


Kode Rahasia:

image




Lupa Password
Validasi Kartu
Daftar Sekarang
Layanan Support
BERITA SEKITAR KITA

Sat, 13 Jun 2020 @14:15; 224 hits

Peluang Usaha

image


E-commerce di Tengah Pandemi Corona

Jakarta, CNN Indonesia -- Pandemi virus corona 'memukul' beragam usaha dari mulai toko tradisional, restaurant, kafe, salon hingga mal. Hanya segelintir yang bertahan karena menyangkut kebutuhan pokok banyak orang.


Namun, di tengah pandemi tersebut, pedagang online justru 'kebanjiran' order. Pasalnya, imbauan social distancing dan work from home membuat pelanggan 'lari' belanja ke platform online. Belanja bisa dilakukan sambil duduk dan barang yang dibeli akan diantar hingga depan pintu rumah.


Senior Vice President Trade Partnership Blibli Fransisca K. Nugraha menyebut ada peningkatan transaksi dalam Blibli, terutama untuk produk makanan segar, vitamin, suplemen, dan obat-obatan. Fransisca mengungkap lonjakan mulai dirasakan sejak pemerintah mengimbau masyarakat untuk berada di rumah dan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah.


Sayangnya, Fransisca tidak bisa membuka berapa persen lonjakan transaksi Blibli.


"Benar terdapat peningkatan transaksi di Blibli karena pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah. Sehingga, tren belanja pun juga beralih ke platform online," katanya pada Kamis (2/4).


Dia menyebut perubahan juga terjadi pada pencarian produk pelanggan. Ada perbedaan sebelum dan sesudah memasuki masa kerja dari rumah. Hal ini ditunjukkan oleh pencarian produk sanitasi, makanan ringan, serta makanan instan yang melonjak. Selain itu, menurut Fransisca makanan segar, multivitamin dan suplemen pun sangat digandrungi oleh pelanggan.


Selain itu, perusahaan juga memberlakukan pembatasan pembelian demi memastikan ketersediaan stok dan untuk menghindari pembelian berlebih. Blibli membatasi pembelian maksimal dua produk untuk produk sembako seperti beras, minyak, dan mie instan.


Setali tiga uang, keadaan serupa juga terjadi pada e-commerce raksasa lainnya, Bukalapak. Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono menyatakan bahwa saat ini kenaikan cukup signifikan, bahkan mencapai dua digit. Dia tak dapat menjelaskan secara rinci angka pertumbuhan.


Namun Intan mengungkap barang-barang elektronik dan rumah tangga saat ini tengah naik daun.


"Seiring dengan tingginya kesadaran masyarakat akan perlindungan kesehatan, kami juga mencatatkan kenaikan pada produk kesehatan dan alat penunjang seperti makanan pokok dan alat pendukung kerja dari rumah," paparnya.


Dia juga memastikan para penjual dan produsen di platform yang disediakan perusahaan tak akan melambungkan harga jual meski barang dagangan sedang laris manis.


Selanjutnya, Tokopedia pun menyebut data internal perusahaan menunjukkan kenaikan transaksi terjadi pada produk kesehatan dan kebutuhan pokok seperti masker kesehatan, cairan antiseptik dan makanan sehat.


VP Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak menyatakan bahwa pihaknya telah menghukum ribuan lapak online nakal yang memanfaatkan situasi saat ini. Penutupan permanen dilakukan kepada mereka yang melakukan penipuan atau pun menggelembungkan harga produk-produk mendesak yang banyak dicari.


"Tokopedia telah menutup permanen ribuan toko online dan melarang tayang puluhan ribu produk yang terbukti melanggar. Kami juga terus melakukan sweeping berkala untuk memastikan produk yang dijual dalam platform Tokopedia sesuai dengan peraturan," ucapnya.



Di balik dulang cuan pelaku e-commerce, pedagang di pasar tradisional 'menjerit' akibat kehilangan pelanggan. Humas Pasar Jaya Amanda Gita mengungkap akibat penerapan social distancing, pasar tradisional Pasar Jaya mengalami penurunan omzet yang cukup dalam.



Untuk menekan kerugian para pedagang, Gita mengatakan bahwa sosialisasi belanja online pun terus dilakukan. Dia berharap lewat fitur sosial media para pedagang masih masih dapat memasarkan dagangan mereka dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.



"Untuk sekarang penjualan yang paling diminati adalah empon-empon dan sayur serta buah-buahan," pungkasnya.


Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200402165955-92-489717/dulang-cuan-e-commerce-di-tengah-pandemi-corona



button

BERITA TERBARU

Sat, 13 Jun 2020 @14:15; 224 hits

Peluang Usaha

image

E-commerce di Tengah Pandemi Corona

Pandemi virus corona 'memukul' beragam usaha dari mulai toko tradisional, restaurant, kafe, salon hingga mal. Hanya segelintir yang bertahan karena menyangkut kebutuhan pokok banyak orang. Namun, di tengah pandemi tersebut, pedagang online justru 'kebanji... more...

Sat, 13 Jun 2020 @14:13; 184 hits

Peluang Usaha

image

Geliat Transaksi Online di Tengah Pandemi Covid-19

PEMBATASAN sosial berskala besar (PSBB) menjadikan mobilitas jauh berkurang. Untuk urusan belanja, masyarakat kini mengandalkan transaksi online. Khususnya untuk barang-barang yang berkaitan dengan kebutuhan pokok dan produk kesehatan.... more...

Sat, 13 Jun 2020 @14:11; 137 hits

Peluang Usaha

image

Deretan Miliuner Dunia Makin Kaya di Tengah Pandemi Corona

Ketika pandemi Covid-19 menyelimuti seluruh dunia, beberapa orang terkaya atau miliuner asal Amerika Serikat (AS) justru menunjukkan pertumbuhan kekayaan.... more...

Sat, 13 Jun 2020 @14:09; 190 hits

Peluang Usaha

image

Penjualan Online Walmart Mengalami Kenaikan Pesat saat COVID-19

Penjualan online Walmart dikabarkan mengalami lonjakan signifikan selama pandemi coronavirus (COVID-19). Menurut perkiraan terbaru dari riset pasar eMarketer, pesanan online Walmart melonjak hingga 44,2 persen selama periode berjalan di tahun 2020, di Ame... more...

Sat, 13 Jun 2020 @14:07; 139 hits

Peluang Usaha

image

Tetap Dapat Rp136 Triliun dari China Meski Ada Virus Corona! Kok Bisa?!

Perusahaan Amerika Serikat yang mengoperasikan jaringan department store, Walmart masih bertahan di tengah wabah virus corona di China. Walmart pun merinci bagaimana virus corona telah membuat bisnisnya meraup USD 10 miliar (Rp136,98 triliun) di China.... more...

button

Aktivasi Reseller | Validasi Kartu | Info | Advertising | Berita | Download | Kode Etik | Hubungi Kami

Copyright © 2016 · PT GLOBAL MEDIA NUSANTARA · All Rights Reserved
Legal Notice | Privacy Policy | Terms of Service

Version 11.12
Optimized for Mozilla/Gecko on 1024x768 screen resolution
2020-09-20 11:56 (+0700) · 3.231.167.166
0.007014